Home / Hikmah / Tentang Zakat Fitri Atau Zakat Fitrah

Tentang Zakat Fitri Atau Zakat Fitrah

zakat fitrah by atthika RZakat Fitri, atau yang lazim disebut zakat fitrah
Telah menjadi kewajiban atas kaum muslimin untuk mengetahui hukum-hukum seputar zakat fitrah. Ini dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan atas mereka untuk menunaikannya usai melakukan kewajiban puasa Ramadhan. Tanpa mempelajari hukum-hukumnya, maka pelaksanaan syariat ini tidak akan sempurna. Sebaliknya, dengan mempelajarinya maka akan sempurna realisasi dari syariat tersebut.

Hikmah Zakat Fitrah

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِيْنِ

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah sebagai penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan kata-kata kotor serta sebagai pemberian makanan untuk orang-orang miskin.” (HR. Abu Dawud, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud).

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma ia mengatakan: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menfardhukan zakat fitri satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas budak sahaya, orang merdeka, laki-laki, wanita, kecil dan besar dari kaum muslimin. Dan Nabi memerintahkan untuk ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju shalat (Id).” (HR. Al-Bukhari).

Hikmah lainnya adalah selain sebagai penyuci dari perbuatan yang sia-sia dan juga sebagai pemberian makan untuk orang miskin juga sebagai mempererat hubungan antara yang miskin dan yang berkecukupan. Mengenai penentuan banyaknya yang dikeluarkan para ulama khususnya di Indonesia mempunyai perhitungan tersendiri. Seperti banyaknya beras yang harus dikeluarkan ataupun makanan pokok. Setiap yang menjadi makanan pokok bisa digunakan untuk zakat fitrah, seperti di negeri kita dengan “Beras” mungkin di negri lain zakat fitrah atau zakat fitri berupa gandum ataupun makanan pokok lainnya. intinya sangat disarankan berupa makanan. Dalam beberapa bahasan tidak dilarang membayar zakat dengan menggunakan uang, namun uang yang harus dikeluarkan haruslah sejumlah dengan timbangan atau harga dari makanan pokok yang kita makan pada sehari-hari, jangan curang. Contoh curangnya, seorang keluarga sehari-harinya makan beras atau makanan pokok merek “A” dengan harga Rp. 14.000,- lalu ketika membayar zakat fitrah dia menggunakan makanan pokok merek “B” dengan harga Rp. 10.000,- nah hal yang sperti itulah dimaksud curang. Jadi jumlah uang yang dikeluarkan haruslah sama dengan apa yang dimakan sehari-hari.
Ukuran zakat fithri adalah satu sho’ untuk kurma, gandum, anggur maupun keju. Satu sho’ yaitu takaran antara 2,157-3,0 kg Wallahu a’lam.

Waktu Mengeluarkannya
syariat memberikan kelonggaran kepada kita dalam penunaian zakat, di mana pelaksanaannya kepada amil zakat dapat dimajukan 1 atau 2 hari sebelum Sholat ID berdasarkan riwayat berikut ini:

كَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يُعْطِيْهَا الَّذِيْنَ يَقْبَلُوْنَهَا وَكَانُوا يُعْطُوْنَ قَبْلَ الْفِطْرِ بِيَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ

“Dulu Abdullah bin Umar memberikan zakat fitrah kepada yang menerimanya. Dan dahulu mereka menunaikannya 1 atau 2 hari sebelum hari Id.” (HR. Al-Bukhari).

Sedangkan waktu mengeluarkannya selambat-lambatnya adalah sebelum sholat ID.

About alfarizy

Berjuang, berjuang, berjuang sekuat tenaga, Tetapi jangan lupa, perjuangan harus dengan disertai do'a.

Check Also

Berbukalah dengan yang manis

“Berbukalah dengan Yang manis?” . Tidak ada hadits “berbukalah dengan yang manis”. Tidak tepat mendahulukan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *