Home / Hikmah / Makna Dari Lirik Sesungguhnya Dari Raihan

Makna Dari Lirik Sesungguhnya Dari Raihan

Sebenarnya hati ini cinta kepada
Sebenarnya diri ini rindu kepada Mu
Tapi aku tidak mengerti
Mengapa cinta masih tak hadir

Tapi aku tidak mengerti
Mengapa rindu belum berbunga

 

Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau ku siram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta tak kan hadir
Namun rindu takkan ber bunga

 

Ku cuba menghulurkan
Sebuah hadiah kepada Mu
Tapi mungkin kerana isinya
Tidak sempurna tiada seri

Ku cuba menyiramnya
Agar tumbuh dan berbunga
Tapi mungkin kerana airnya
Tidak sesegar telaga kauthar

 

Sesungguhnya walau ku kutip
Semua permata di dasar lautan
Sesungguhnya walau ku siram
Dengan air hujan dari tujuh langit Mu
Namun cinta tak kan hadir
Namun rindu tak akan berbunga
Jika tidak mengharap rahmat Mu
Jika tidak menagih simpati
Pada Mu ya Allah

 

Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku
Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu
Moga ku tahu
Syukur ku hanyalah milik Mu

Oke, kali ini Saya akan mencoba memaknai sedikit lirik dari lagu dari Raihan yang berjudul Sesungguhnya. Nasyid atau lagu merupakan salah satu media da’wah yang sering digunakan. Salah satunya digunakan oleh kelompok Raihan, namun terkadang orang atau pendengar sering tidak mengerti atau hanya sekedar mendengarkannya, namun tidak menangkap apa maksud dari nasyid tersebut. Secara garis besar lagu ini menceritakan tentang orang yang ingin kembali kejalan yang lurus.

Ok, langsung saja pada bagian pertama, dalam hal ini secara harfiah manusia itu sebenarnya menyayangi Tuhannya, cinta kepada tuhannya, bahkan tau Siapa tuhannya itulah fitrahnya manusia (Q.S: Ar-Ruum 30: Verse 30). Namun setelah mengenal dunia, maka dia lupa siapa dirinya, darimana asalnya. Bahkan dikatakan dalam sebuah ayat manusia itu bagai hewan ternak, bahkan lebih sesat dari itu (Q.S Al A’raf 7 : Verse 179).

Bagian ke 2 yang dimulai dari “sesungguhnya walau ku kutip” ini menggambarkan berapapun banyak harta atau kekayaan yang sesorang miliki tidak akan bisa membeli sebuah kerinduan kepada tuhannya. Ibaran petani yang menyiram tanaman walau dengan air yang paling baik sekalipun, rindu itu tidak akan bisa dibeli atau ditumbuhkan kecuali orang itu sendiri yang mencarinya atau berusaha membuat Allah melirik kepada kita lah bahasanya atau memperhatikan kita.

Pada bagian ke 3 barulah mulai berbuat yang sekiranya disenangi oleh Allah tuhan semesta alam. Namun dalam lirik disebutkan bahwa “tapi mungkin isinya tiada sempurna, tiada seri” ini berarti semua ibadah yang dilakukan tidaklah ada seorang pun mengetahuinya sempurna apa tidak, hanya Allah yang tau. Lalu dilanjutkan dengan kalimat “Ku coba menyiramnya agar tumbuh dan berbunga” yang dimaksud menyiram disini adalah dengan keseriusan sesorang, menyiram dengan keseriusan atau istiqomah. Lalu dilanjutkan dengan kalimat “tapi mungkin airnya tidak se sempurna telaga kauthar”. Telaga kauthar adalah sebuah telaga terbaik yang diberikan kepada Nabi Muhammad S.A.W

TELAGA KAUTHAR

Telaga kauthar merupakan satu anugerah Allah kepada nabi kita Muhammad s.a.w  untuk diberikan kepada umat baginda di padang mashyar nanti. Pada ketika itu, kita dibangkitkan dalam keadaan dahaga.

Daripada Asma’ binti Abu Bakar As-Siddiq Radhiallahu anhuma berkata : ”Rasulullah SAW bersabda : ”Ketika aku sedang berdiri di tepi telagaku (telaga Al-Kauthar, iaitu pada hari kiamat nanti) sambil menunggu orang-orang yang datang meminum daripadanya, maka tiba-tiba ada orang-orang yang disekat daripada sampai ke sisiku (ke tepi telagaku). Lalu aku berkata: ”Bukankah mereka itu juga dahulunya daripada umatku?”. Maka dikatakan kepadaku: ”Ya benar, tetapi engkau tidak mengetahui bahawa mereka setelah itu kembali ke belakang (berpaling tadah atau meninggalkan ajaranmu).” Berkata Ibnu Abi Mulaikah (salah seorang di antara perawi hadith) : ”Ya Allah! Kami berlindung denganMu daripada kembali kepada kekufuran atau kami diuji dengan ujian yang berat.” (Hadith Riwayat Bukhari)
 
 
Iman Muslim meriwayatkan daripada Abu Hurairah bahawa para sahabat pernah bertanya: ” Wahai Rasulullah, bagaimana tuan dapat mengenali umat tuan yang datang kemudian?” baginda menjawab:”Tidakkah kalian dapat membezakan unta-unta yang berwarna putih di antara unta-unta yang berwarna gelap?” Para sahabat menjawab:”Ya” Baginda bersabda:” Sesungguhnya umatku akan datang pada hari kiamat dengan berkilatan kepala dan kaki mereka akibat (basuhan) wuduk. Dan aku telah menunggu (untuk menyambut) mereka di telagaku.”

Note, Mohon koreksi kembali isi Hadistnya, karena lisensi Aplikasi Hadist kitab 9 imam saya udah Experied. Jadi tidak bisa nge cek, mohon kerjasamanya. 🙂

Lanjut ke bagian terahir pada kalimat “Jika tidak mengharap rahmat Mu Jika tidak menagih simpati Pada Mu ya Allah” Jika sudah melakukan yang diperintahkan oleh Allah, maka tinggal menunggu saja apa yang kita lakukan, namun semua harus berharap atas Rahmat yang akan diberikan, atau mengharapkan Rahmat dari Allah. Pada penutup “Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu. Moga ku tahu Syukur ku hanyalah milik Mu” merupakan hasil final, terlebih pada kata “semoga ku tau Syukurku hanyalah milik Mu” ini pengkhiasan dari seseorang yang sudah mendapatkan apa yang dia peroleh (tafsirkan sendiri).

Lagu ini sangat sarat dengan cerita, bahkan anda bisa membuat cerita dari sebuah lirik ini.

About alfarizy

Berjuang, berjuang, berjuang sekuat tenaga, Tetapi jangan lupa, perjuangan harus dengan disertai do'a.

Check Also

Tentang Zakat Fitri Atau Zakat Fitrah

Zakat Fitri, atau yang lazim disebut zakat fitrah Telah menjadi kewajiban atas kaum muslimin untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *