Home / Hikmah / Kisah Orang Yang Ingin Berbuat Maksiat

Kisah Orang Yang Ingin Berbuat Maksiat

Suatu ketika ada seorang yang bertanya kepada seorang Alim, dan pemuda itu bertanya. Berilah penjelasan kepadaku tentang sesuatu yang bisa menjadi benteng dan pelembut hatiku yang kesat ini.
Lalu orang alim itu menjawab, Jika kau terima kelima hal ini dan kau mampu untuk melaksanakannya, maka takkan ada maksiat yang mencelakakanmu dan takkan ada kenikmatan yang akan menghacurkanmu.
Yang pertama jika kau ingin melaksanakan maksiat kepada Allah, janganlah kau memakan rezeki dari Allah. Lalu pemuda itu menjawab, Bagai mana mungkin aku bisa melakukannya, jika iya, maka dari mana aku mendapat makan? Bukankah rezeki yang ada di Bumi ini milik-Nya?
Lalu orang alim itu menjawab, Wahai anak muda, apakah pantas jika kau memakan rezeki dari-Nya sedangkan engkau melakukan maksiat kepada-Nya?

Lalu yang kedua, Jika kau ingin melakukan maksiat, maka engkau jangan tinggal dinegri-Nya (Bumi). Lalu pemuda itu menjawab, bagai mana mungkin, Bumi adalah satu-satunya tempat untuk tinggal yang ku kenal selama ini. Lalu orang alim itu menjawab, apakah pantas, engkau tinggal di Negri-Nya, lalu memakan rezeki darin-Nya dan sedangkan engkau bermaksiat kepada-Nya?
Lalu yang ketiga, jika engkau ingin melakukan maksiat, carilah tempat yang mana Allah tidak akan melihat apa yang engkau kerjakan. Lalu pemuda itu menjawab, bagaimana mungkin, sedangkan Allah melihat apapu yang aku kerjakan, bahkan jika aku bersembunyi dalam hatipun, Allah tetap akan melihatnya. Lalu orang alim tersebut menjawab, pantaskah engkau, Memakan rizeki dari-Nya, tinggal di Negri-Nya,, sedangkan engkau masih saja bermaksiat, sedangkan Allah melihat apapun yang engkau kerjakan bahkan sesuatu yang engkau sembunyikan dalam hati sekalipu?

Lalu yang ke empat, jika malaikat mau datang, katakanlah Tundalah kematian ku, sampai aku bertaubat kepada Allah secara tulus dan melakukan amal Sholeh kepanya-Nya. Maka pemuda itu menjawab, Pasti permintaan ku tidang aka diterima. Lalu orang alim itu menjawab, Wahai anak muda, jika engkau tak bisa menolak kematian agar bisa bertaubat terlebih dahulu, lau engkau tau bahwa apabila maut datang maka tidak ada kata penundaan lagi, lalu bagaimana engkau berharap bisa selamat?

Lalu yang kelima, ketika hari pembalasan, dan malaikat membawamu pergi ke jurang neraka, janganlah engkau pergi bersama mereka. Maka pemuda itu menjawab, Mereka tidak akan menerima permintaanku. Kalau begitu, bagaimana engkau bisa selamat?
Lalu pemuda itu teridam sejenak dan menarik nafas lalu seraya berkata, Cukup bagiku, sudah cukup, Aku akan meminta ampun dan bertaubat kepada-Nya.

Wahai kawan, tahukan kenapa kehidupan dan perjuangan dijalan ini terasa pahit, getir, sakit, karena Syurga itu amatlah manis.
“Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Dan Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [Q.S. Al Hujarat Verse: 18]

Lalu buat apa sekarang menunda-nunda berbuat kebaikan, dan beramal shaleh? Bukankan kebaikan itu manis? Dan syurga itu amatlah manis?

“Tidak ada balasan bagi kebaikan, melainkan kebaikan pula” [Q.S. Ar Rahman Verse: 60] By. Alfarizy

About alfarizy

Berjuang, berjuang, berjuang sekuat tenaga, Tetapi jangan lupa, perjuangan harus dengan disertai do'a.

Check Also

Tentang Zakat Fitri Atau Zakat Fitrah

Zakat Fitri, atau yang lazim disebut zakat fitrah Telah menjadi kewajiban atas kaum muslimin untuk …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *