Home / Info / Anak Susah Membaca Adalah Penyakit?

Anak Susah Membaca Adalah Penyakit?

visual diskelsiaSetiap anak yang lahir di Bumi ini adalah anugerah Tuhan yang maha kuasa. Tidak seorangpun mampu menandingi Nya. Setiap anak lahir sebagai pemenang, bayangkan harus menyingkirnya berpa juta sel dan yang keluar adalah kita seorang anak. Namun apa jadinya jika karunia itu mendapat sedikit “masalah” dalam hal keterampilannya ataupun performa dalam kehidupannya? Mengutip dari film Taare Zameen Par “setiap anak di bumi memiliki ke unikannya masing-masing”

Kembali ke masalah anak, ketika kecil anak masih sedikit menandakan masalah susah belajar atau membaca, namun ketika sudah mulai beranjak dewasa dan itu sangat nampak sekali, barulah anda mulai panik. Mengapa anak saya tidak bisa membaca? ataupun performa belajarnya sangat buruk sekali. Gejala ini sudah mulai ditunjukkan ketika anak mulai duduk di bangku taman kanak-kanak. Diantaranya susah mengingat huruf ataupun angka. Menurut salah satu Dosen Universitas Terbuka jurusan Pendidikan Anak Usia Dini “biasanya anak yang susah membaca dan menulis, cenderung bersifat heboh atau nakal se maunya sendiri” maka dari itu untuk orang tua yang menyekolahkan anaknya di TK diharap selalu membaca laporan harian dari anak tersebut. Mengapa anak melakukan hal-hal yang heboh atau bahasa kerennya destruktif atau perusak bisa juga disebut nakal? Karena hal tersebut dilakukannya untuk menutupi kekurangannya, bukankah lebih mudah mengatakan “Aku tidak mau” daripada mengatakan “Aku tidak bisa”.

disleksia tabelJika anak anda mengalami hal demikian, maka anda patut waspada. Gejala tersebut bisa berarti anak anda mengalami Disleksia atau Dyslexia. Disleksia adalah gangguan proses belajar, dimana seseorang mengalami kesulitan membaca, menulis, atau mengeja. Anak mengalami kesulitan memahami tulisan unttuk diucapkan atau sebaliknya. Umumnya disleksia sulit untuk dideteksi, karena setiap anak akan berbeda gangguannya atau ciri-cirinya. Lalu apakah anak yang mengalami disleksia adalah bodoh? Tentu tidak, disleksia bisa menyerang siapa saja, bahkan konon orang paling pintar abad 20 pun mengalami disleksia. Siapakah dia? Yaitu Bapak Albert Enstain dan beberapa ilmuan lainnya mengalami hal yang sama termasuk Thomas Alfa Edison. Disleksia merupakan kondisi yang akan diderita seumur hidup dan masih belum ditemukan penyembuhannya hingga sekarang. Namun, sebagian besar anak-anak dengan disleksia mampu belajar dan lulus dengan baik di sekolah dengan bantuan program belajar khusus. Selain itu, dukungan moral dan emosional juga memainkan peran penting dalam menentukan keberhasilan belajar anak-anak dengan disleksia.

Gejala Disleksia

Seperti yang saya sebutkan di atas, bahwa umumnya gejala disleksia akan berbeda pada setiap anak, dan sulit untuk dikenali sebelum anak memasuki usia belajar. Namun gejala tersebut tetap dapat dikenali jika anda teliti diantaranya.

  • Kesulitan memroses dan memahami apa yang didengarnya.
  • Lamban dalam mempelajari nama dan bunyi abjad.
  • Sering salah atau terlalu pelan saat membaca.
  • Lamban saat menulis dan tulisan yang tidak rapi.
  • Kesulitan mengingat urutan, misalnya urutan abjad atau nama hari.
  • Cenderung tidak bisa menemukan persamaan atau perbedaan pada a
  • Kesulitan mengeja huruf yang mirip, misalnya huruf “d” sering tertukar dengan huruf “b”, atau angka “6” dengan angka “9”.
  • Lamban dalam menulis, misalnya saat didikte atau menyalin tulisan.
  • Kesulitan mengucapkan kata yang baru dikenal.
  • Tidak bisa mengikuti perintah berurutan seperti “Buka buku pada halaman 4 paragraf 5 mulai kata ke 6”

Otak disleksia

Bisa juga dilihat ketika bermain, biasanya anak yang mengalami disleksia akan kesulitan melempar bola tepat sasaran, bahkan orang tua saya yang sudah berumur 40 tahun mengalami kesulitan ketika melempar bola tepat pada sasaran. Ini terjadi karena anak tidak bisa memperhitungkan jarak, kecepatan, ukuran bola. Ketika bola dilemparkan dia baru menyadari kelasahan tersebut, namun semua sudah terlambat. “Saya sendiri kena lempar berapa kali oleh orang tua karena salah perhitungan tadi, mulai biji salak sampai botol obat” . Lalu apa yang harus dilakukan orang tua ketika anaknya mengalami hal tersebut?

  1. Jangan marahi atau menghukum anak ketika tidak bisa menulis atau membaca dengan benar. Tugas anda cukup memberikan motifasi dan pengajaran, namun dengan cara khusus. Anda mengenali masalah yang timbul seperti huruf yang tertukar seperti “b” dan “d” maka anda cukup mengulangi hal yang tertukar tersbut.
  2. Tetap terus motifasi karena itu adalah penyemangat anak tersebut.
  3. Jangan berharap banyak, seperti perkembangan yang cepat atau dalam berapa minggu bisa membaca.
  4. Ajarkan dasar-dasar membaca, anda bisa memilih banyak sekali metode, seperti main kartu, menulis dipasir, dan masih banyak lagi.

Jadi jika anak anda mengalami kesulitan belajar bukan berarti selamanya anak anda bodoh, namun terkadang memiliki masalah lain yaitu kesulitan belajar. Saya sendiri sampai saat ini kesulitan mengingat urutan bulan. Dari itu disleksia tidak hanya menyerang anak-anak namun orang dewasapun bisa terkena disleksia.

About alfarizy

Berjuang, berjuang, berjuang sekuat tenaga, Tetapi jangan lupa, perjuangan harus dengan disertai do'a.

Check Also

minion hahaha

Apa Fungsi Bahasa HTML

Halo, kali ini saya akan bercerita tentang bahasa html. Html secara sederhana adalah sebuah bahasa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *